Browsing Category

Musings

Lemonade is Sweeter Than Lemons

in Musings

All the major news outlets agree – America has entered a third wave of the coronavirus pandemic. With Thanksgiving just around the corner families are trying to decide with whom they should celebrate the holiday and how to make lemonade out of their lemons. It isn’t easy to have a positive outlook with so much bad news hitting us every day, but there are peoplewho manage to do just that. They find the “silver lining and the half full glass”.  It is so very hard to do that now, but I can recall another difficult time when I was very sad and anxious, but eventually managed to find a way to view my glass as half full. It was when Steven got his first wheelchair.

 

Although the wheelchair definitely made our day-to-day life easier, it was a symbol of his growing disability. It caused the old emotional wound that started with Steven’s diagnosis of MS to reopen, and so once again I had to confront my fears about disability and our future, my sadness and my pain, and Steven had to confront his as well.

Shortly after I took a few days of respite and went to the beach where I wrote a poem that is included in my book: “It Doesn’t Have to be This Hard”. Here is an excerpt:

While at the beach sitting on the sand and soaking up the warm rays of the sun, alone with my thoughts and feeling, I wrote a poem that was inspired by of all things, a beach chair. The poem erupted out of my brain in only a few minutes, and poured onto the writing pad that was propped up against my thighs. It was a very dark poem, reflecting all the painful emotions the purchase of the wheelchair engendered. It expressed my fears and my anger. It was the visible representation of the pain that I held inside. It was a poem written by a woman who definitely saw her glass as half empty.  The sun was shining. I was enjoying a respite, and I decided to try and think about Steven’s need for the wheelchair in a different way. I ripped up the first poem and began again. The poem that came from my inner core the second time around was more upbeat. It looked at the doors that the wheelchair opened for Steven and me, not the ones that it had closed.

It sits there at the crest of the beach, on the rise just before the sand dips towards the water’s edge.  A lone beach chair,
seemingly abandoned.

It’s a jaunty chair with a yellow striped canvas seat and sailboats floating on its blue and yellow back support.

It lists just a bit to the left, almost rakishly, as it nestles in  the sand, surveying the sea.

It is a chair made just for sitting, and sitting on the sand at that. It has no legs to get in the way of stretching out, relaxing, and letting the sun seep into your bones and warm your soul.

It is so unlike another chair I know, a black chair with wheels, a chair that does not survey the vastness of the ocean with a jaunty air, but rather a chair that defines a narrower kingdom.

And yet, I think this other chair is a happier chair than the one that sits and stares out to sea, for it is a chair with wheels that take the place of legs no longer able to propel their owner forth.

This other chair is not made for sitting and looking at the world. It is a chair built for exploring, for meeting life face to face and tasting of its spirit.

Perhaps this chair should have a seat of yellow and white stripes, and a back support adorned with sailboats.

A far better statement of its adventurous and joyous possibilities.

Nothing had changed in the hour between the time I wrote the first poem and the time I wrote the second one, nothing except my attitude. And yet that was everything.

 

 

Memories of Things Past

in Musings

When our daughter was 8 or so we began a tradition of picking strawberries at Butler’s Orchard, a commercial farm that allowed city slickers like us to get our hands dirty. Since there was no limit on how many strawberries we were allowed to pick, we just kept going until the pain in our knees told us it was time to stop. It is amazing how many strawberries you can pick in a couple of hours. I remember one year we came home with 28 pounds of berries, obviously far more than we could eat. We gifted multiple jars of the jam we made that afternoon to friends and drank a few too many daiquiris as we cooked. That year I ate so many strawberries I broke out in hives.

Using several quarts of the remaining berries we made a large batch of strawberry sherbet. The recipe we found called for double freezing, so we started it the day we went picking and finished it the following day, and had it for dessert that night. We made so much it lasted throughout the winter and  into the spring when the process started all over again. We wowed friends with it when they came for dinner in the middle of the winter.

I stopped making the sherbet as Darryn lost interest in going with mom and dad to pick the berries.  Of course I could have bought fresh ones at our local farmers market or bought frozen ones, but I never did. It seemed sacrilegious to divorce the making of the sherbet from the picking of the berries.

I don’t know what possessed me, but I began thinking about making the sherbet again a couple of weeks ago. I hesitated because it has both sugar and corn syrup in it, but I managed to get past the guilt by telling myself I would only be eating a little at a time. I’m glad I did because it tasted just as good as it did 40+ years ago. As with Proust’s madeleine the first spoonful brought back pleasant memories from long ago –   the sweet taste of just picked strawberries and their aroma in the air.  CLICK HERE TO SEE THE RECIPE

 

in About / Musings / Sweets / Tips & Tools / welcome / What's Cooking

Mencoba untuk menelusuri akar budaya melalui hidangan tradisional merupakan langkah penting dalam menjaga kelestarian identitas bangsa di tengah arus globalisasi yang sering kali menggerus nilai-nilai kearifan lokal yang sangat berharga bagi generasi muda kita. Resep-resep kuno yang disimpan dalam ingatan para orang tua adalah harta karun yang mengandung pengetahuan tentang cara mengolah hasil bumi dengan cara yang paling terhormat dan penuh dengan doa-doa kebaikan di dalamnya. Melalui menelusuri akar sejarah masakan keluarga, kita dapat memahami bagaimana adaptasi terhadap kondisi lingkungan membentuk karakter rasa yang unik dan berbeda antara satu desa dengan desa lainnya meskipun mereka menggunakan bahan dasar yang hampir sama secara keseluruhan.

Melakukan eksplorasi rasa terhadap bumbu-bumbu dasar yang ditumbuk manual dengan batu penggiling memberikan tekstur dan aroma yang jauh lebih kaya dibandingkan dengan penggunaan blender listrik yang sangat cepat namun menghilangkan minyak alami dari rempah-rempah tersebut. Proses yang memakan waktu lama ini sebenarnya adalah bentuk meditasi kuliner yang mengajarkan kita tentang kesabaran dan penghormatan terhadap waktu yang dibutuhkan alam untuk menghasilkan rasa terbaik bagi manusia yang mau menunggu dengan setia. Setiap langkah eksplorasi rasa yang didasarkan pada tradisi lama akan membawa kita pada pemahaman bahwa kelezatan sejati tidak bisa didapatkan secara instan, melainkan melalui proses panjang yang melibatkan hubungan emosional antara manusia, alat masak, dan bahan makanan yang digunakan.

Kekayaan dari sebuah resep warisan terletak pada ketepatan penggunaan bahan pendukung yang mungkin tampak sepele namun memiliki peran krusial dalam menstabilkan rasa masakan agar tetap konsisten selama puluhan tahun lamanya tanpa berubah sedikit pun. Misalnya, penggunaan air kelapa untuk mengungkep ayam atau pemakaian daun jati sebagai pembungkus nasi memberikan sentuhan aroma alami yang tidak bisa digantikan oleh teknologi pembungkus modern mana pun yang ada di pasaran saat ini. Menjaga keaslian resep warisan ini adalah bentuk penghormatan kita kepada para leluhur yang telah menghabiskan seumur hidup mereka untuk menyempurnakan seni memasak demi keberlangsungan hidup dan kesehatan anak cucu mereka di masa depan yang penuh tantangan.

Dinamika dalam menelusuri akar kuliner juga membantu kita untuk menemukan kembali bahan-bahan pangan fungsional yang sudah lama ditinggalkan namun memiliki nilai gizi yang sangat tinggi dan mampu mencegah berbagai macam penyakit modern saat ini. Dengan kembali ke pola makan tradisional yang kaya akan serat dan rempah alami, kita sebenarnya sedang membangun fondasi kesehatan yang kuat bagi diri kita sendiri dan keluarga dari ancaman gaya hidup tidak sehat yang sangat merusak tubuh. Kesadaran untuk melakukan eksplorasi rasa pada menu-menu kuno harus terus digalakkan melalui festival makanan atau dokumentasi digital agar pengetahuan ini tidak hilang ditelan zaman dan tetap menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat modern yang dinamis.

Sebagai penutup, semangat untuk menjaga resep warisan adalah tanggung jawab moral setiap individu untuk memastikan bahwa kekayaan intelektual dalam bidang kuliner tetap menjadi milik bangsa dan tidak diklaim oleh pihak luar secara sepihak. Mari kita luangkan waktu untuk belajar memasak langsung dari para orang tua kita dan catat setiap detail rahasia dapur yang mereka miliki agar warisan kelezatan ini tetap abadi dan dapat dinikmati oleh anak cucu kita nantinya dengan rasa bangga yang besar. Keaslian rasa adalah cermin dari kejujuran dalam memasak, yang akan menghasilkan kepuasan batin bagi siapa pun yang menikmatinya dalam suasana penuh persaudaraan dan cinta kasih yang tulus selamanya.

in About / Musings / Sweets / Tips & Tools / welcome / What's Cooking

Menciptakan sebuah paduan kontras yang harmonis antara elemen-elemen rasa yang berbeda telah menjadi tren paling menarik di kalangan para koki pastri profesional yang ingin menantang batasan konvensional dalam penyajian hidangan penutup modern. Penggabungan antara rasa asin dari garam laut dengan manisnya cokelat hitam atau gurihnya keju dengan buah-buahan segar menciptakan dimensi rasa baru yang sangat kompleks dan mengejutkan bagi lidah para penikmat kuliner yang haus akan inovasi. Melalui paduan kontras yang tepat, sebuah hidangan penutup tidak lagi terasa membosankan atau terlalu manis yang melelahkan, melainkan menjadi sebuah pengalaman sensorik yang dinamis, penuh kejutan, dan memiliki nilai seni tinggi yang sangat dikagumi.

Proses dalam melakukan eksplorasi rasa ini memerlukan ketelitian dalam menjaga proporsi antar bahan agar tidak ada satu rasa pun yang mendominasi atau menenggelamkan karakter rasa lainnya secara berlebihan dan tidak seimbang. Misalnya, penambahan sedikit miso pada adonan karamel dapat memberikan sentuhan rasa umami yang misterius namun sangat menyatu dengan manisnya gula yang terbakar sempurna pada suhu tinggi yang terkendali dengan sangat baik di dalam oven profesional. Melakukan eksplorasi rasa yang berani pada menu pencuci mulut akan menarik minat pelanggan yang mencari sesuatu yang baru dan belum pernah mereka rasakan sebelumnya di toko roti konvensional mana pun yang ada di pusat kota saat ini.

Munculnya berbagai inovasi dessert yang menggunakan bahan-bahan unik seperti minyak zaitun, daun kemangi, hingga cabai menunjukkan bahwa batasan antara makanan pembuka dan penutup kini semakin kabur dan penuh dengan kebebasan kreatif yang luar biasa. Para pembuat makanan kini lebih fokus pada tekstur dan suhu untuk meningkatkan pengalaman makan secara keseluruhan, seperti memadukan es krim yang dingin dengan saus cokelat panas yang kental dan sedikit pedas di bagian akhirnya. Setiap inovasi dessert yang diluncurkan ke pasar selalu didahului oleh riset mendalam mengenai perilaku konsumen yang kini lebih menghargai keseimbangan rasa daripada sekadar tampilan visual yang cantik namun memiliki rasa yang sangat standar dan kurang berkesan di hati.

Selain itu, paduan kontras rasa juga sangat dipengaruhi oleh kualitas bahan baku yang digunakan, di mana bahan organik dengan rasa asli yang kuat akan memberikan hasil akhir yang jauh lebih baik daripada bahan sintetik yang penuh dengan pengawet. Keberanian untuk mencampurkan elemen-elemen yang tampak bertolak belakang ini membuktikan bahwa kreativitas manusia tidak memiliki batas dalam mencari kesempurnaan rasa yang mampu memuaskan keinginan terdalam dari jiwa para pencinta seni kuliner tingkat tinggi. Setiap gigitan dari hidangan yang memiliki inovasi dessert yang cerdas akan memberikan perjalanan rasa yang dimulai dari manis, beralih ke gurih, dan diakhiri dengan sensasi kesegaran yang sangat melegakan kerongkongan setelah menyantap makanan berat sebelumnya.

Sebagai kesimpulan, tren eksplorasi rasa yang mengutamakan kontras rasa adalah bukti dari evolusi selera manusia yang semakin berkembang dan menuntut kualitas yang lebih tinggi dari waktu ke waktu secara berkelanjutan dan konsisten. Mari kita terus mendukung para pengrajin makanan lokal yang berani melakukan eksperimen rasa guna memperkaya khazanah kuliner dunia dengan karya-karya yang unik, autentik, dan tentu saja sangat lezat untuk dinikmati bersama. Jangan takut untuk mencicipi rasa yang tidak biasa, karena sering kali kebahagiaan terbesar ditemukan di balik kombinasi bahan yang paling tidak terduga dalam sebuah hidangan penutup yang disiapkan dengan penuh dedikasi dan cinta yang tulus.

in About / Musings / Sweets / Tips & Tools / welcome / What's Cooking

Melakukan kegiatan eksplorasi rasa lintas batas negara memungkinkan kita untuk mencicipi keberagaman budaya dunia hanya melalui piring makan yang kita sajikan di meja makan keluarga dengan penuh cinta dan kehangatan. Setiap negara memiliki ciri khas dalam mengolah bahan makanan menjadi hidangan jalanan yang ikonik, mulai dari rasa pedas yang membakar dari wilayah Asia hingga aroma rempah yang harum dari wilayah Timur Tengah yang sangat eksotis. Melalui eksplorasi rasa yang berani, kita dapat mempelajari berbagai teknik memasak internasional yang unik dan menerapkannya pada bahan-bahan lokal yang tersedia di pasar tradisional terdekat, menciptakan perpaduan rasa yang sangat menarik dan belum pernah ada sebelumnya.

Menghadirkan sensasi kuliner jalanan ke dalam dapur pribadi menuntut kita untuk memahami esensi dari penggunaan bumbu-bumbu kunci yang memberikan identitas kuat pada hidangan tersebut agar terasa seperti aslinya yang ada di negeri seberang. Misalnya, penggunaan pasta cabai gochujang dari Korea atau bubuk kari masala dari India akan langsung memberikan nuansa autentik yang kuat pada masakan rumahan yang kita buat dengan penuh kesabaran dan ketelitian tinggi. Keberhasilan dalam mereplikasi kuliner jalanan ini sangat bergantung pada keberanian kita dalam bereksperimen dengan suhu api yang tinggi serta penggunaan saus-saus rahasia yang memberikan efek rasa berasap atau karamelisasi yang sangat sempurna dan menggugah selera makan siapa saja.

Tujuan utama dari eksplorasi rasa global ini adalah untuk memperluas cakrawala kuliner kita dan menghilangkan batasan geografis dalam menikmati kelezatan makanan yang bersifat universal bagi seluruh umat manusia di bumi. Dengan memasak sendiri hidangan internasional di rumah, kita tidak hanya menghemat biaya perjalanan yang mahal, tetapi juga menjamin kebersihan dan kesehatan bahan-bahan yang digunakan agar tetap memenuhi standar nutrisi keluarga yang kita cintai sepenuhnya. Menguasai resep kuliner jalanan dunia juga memberikan kebanggaan tersendiri saat kita menjamu tamu atau kerabat dengan hidangan yang tidak biasa namun memiliki rasa yang luar biasa lezat dan memiliki kualitas setara dengan restoran bintang lima di luar negeri.

Selain itu, eksplorasi rasa global juga mengajarkan kita tentang sejarah dan filosofi di balik setiap hidangan yang tercipta karena adanya pertukaran budaya antar bangsa di masa lalu melalui jalur perdagangan laut yang sangat sibuk. Makanan adalah bahasa universal yang mampu menyatukan perbedaan pendapat melalui kelezatan yang dirasakan secara bersama-sama dalam satu meja perjamuan yang penuh dengan tawa dan kegembiraan yang tulus dari hati nurani manusia yang paling dalam. Semangat untuk terus mencari rasa-rasa baru akan membuat aktivitas memasak di dapur menjadi jauh lebih menyenangkan, penuh tantangan, dan tidak akan pernah terasa membosankan meskipun dilakukan setiap hari secara rutin dan berulang-ulang.

Sebagai penutup, perjalanan eksplorasi rasa global adalah investasi yang sangat berharga bagi kesehatan mental dan kebahagiaan keluarga di rumah melalui sajian makanan yang bervariasi dan tidak monoton sepanjang tahun. Mari kita terus mengeksplorasi resep-resep dari penjuru dunia dan jadikan dapur kita sebagai laboratorium rasa yang menghasilkan hidangan-hidangan inovatif dengan sentuhan personal yang unik dan sangat berkesan bagi setiap penikmatnya. Jangan pernah takut untuk gagal dalam mencoba rasa baru, karena setiap kegagalan adalah pelajaran berharga menuju kematangan teknik memasak yang jauh lebih baik di masa depan nanti. Selamat berkreasi dengan rasa-rasa dunia yang sangat luar biasa indah dan penuh dengan kejutan kelezatan yang tak terduga.

in About / Musings / Sweets / Tips & Tools / welcome / What's Cooking

Menguasai sebuah seni mencicipi secara mendalam adalah kemampuan mendasar yang harus dimiliki oleh setiap orang yang ingin menciptakan hidangan lezat dan seimbang di lingkungan dapur rumah mereka masing-masing setiap harinya. Kemampuan indra pengecap untuk membedakan antara berbagai lapisan rasa akan menentukan apakah sebuah masakan memerlukan tambahan garam, gula, atau elemen asam untuk mencapai harmoni rasa yang sempurna dan menggugah selera anggota keluarga. Melalui seni mencicipi yang terlatih, kita dapat mendeteksi kekurangan kecil pada profil rasa hidangan sebelum disajikan di atas meja makan, sehingga kualitas masakan yang dihasilkan selalu terjaga dengan standar profesional yang tinggi dan membanggakan.

Penerapan metode eksplorasi rasa yang terstruktur melibatkan penggunaan bahan-bahan alami yang kaya akan glutamat alami untuk memberikan kedalaman rasa yang sering disebut sebagai kelezatan yang gurih dan memuaskan di lidah. Bahan seperti jamur kering, tomat matang, keju parmesan, hingga kecap ikan merupakan agen penting yang dapat mengubah masakan sederhana menjadi hidangan yang memiliki karakter kuat dan kesan yang sangat mendalam bagi siapa pun yang mencicipinya. Melakukan eksplorasi rasa secara rutin akan meningkatkan kepekaan indra sensorik kita terhadap perubahan tekstur dan aroma yang terjadi selama proses pemasakan berlangsung di atas kompor dengan suhu panas yang terkendali secara konsisten dan teliti.

Dalam banyak literatur kuliner, istilah rasa umami sering kali dianggap sebagai elemen rahasia yang menyatukan seluruh komponen rasa dasar lainnya menjadi satu kesatuan yang utuh, bulat, dan sangat nikmat. Rasa ini memberikan sensasi lezat yang bertahan lama di rongga mulut, membuat orang ingin terus menyantap hidangan tersebut tanpa merasa bosan atau cepat kenyang karena komposisi gizinya yang seimbang secara alami. Menemukan sumber rasa umami dari bahan-bahan di sekitar kita merupakan tantangan kreatif yang menarik bagi para ibu rumah tangga maupun koki amatir yang ingin meningkatkan kualitas masakan rumahan menjadi setara dengan hidangan di restoran mewah yang memiliki harga jual sangat mahal dan prestisius.

Selain itu, seni mencicipi juga mengajarkan kita untuk menghargai kualitas bahan mentah yang segar, karena rasa terbaik berasal dari bahan yang dipanen pada waktu yang paling tepat dan diolah dengan cara yang paling minimal. Penggunaan bumbu tambahan seharusnya berfungsi untuk menonjolkan rasa asli bahan tersebut, bukan justru menutupi atau merusak karakter alami yang sudah ada sejak buah atau sayur tersebut diambil dari kebun. Keahlian dalam menjaga keseimbangan rasa umami tanpa menggunakan bahan tambahan pangan buatan adalah bukti dari kematangan teknik memasak seseorang yang sudah sangat berpengalaman dalam menghadapi berbagai macam tantangan di dapur yang penuh dengan kejutan setiap harinya.

Secara keseluruhan, pemahaman tentang seni mencicipi yang dipadukan dengan teknik eksplorasi rasa yang cerdas akan memberikan kepuasan batin tersendiri bagi siapa pun yang hobi memasak di waktu senggang mereka. Masakan yang dibuat dengan penuh perasaan dan ketelitian akan menghasilkan rasa yang jauh lebih enak dan memiliki dampak emosional yang positif bagi orang-orang tersayang yang menikmatinya bersama-sama dalam suasana hangat. Mari kita terus asah indra pengecap kita dan jangan pernah takut untuk mencoba kombinasi rasa baru yang unik guna menciptakan mahakarya kuliner di dapur rumah kita sendiri secara berkelanjutan. Dedikasi terhadap detail rasa adalah kunci utama dalam meraih keberhasilan di dunia kuliner yang sangat luas dan dinamis.

Back to top